Senin, 04 Januari 2010

pengertian kurikulum

2.1 Pengertian Kurikulum
Istilah “Kurikulum” memiliki berbagai tafsiran yang dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dulu sampai dewasa ini. Tafsiran-tafsiran tersebut berbeda-beda satu dengan yang lainnya, sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar yang bersangkutan. Istilah kurikulum berasal dari bahasa Latin, curere, yaitu track yang digunakan dalam balap kereta kuda. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan. Saat ini pengertian tersebut diadopsi dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subjek) yang harus ditempuh oleh seorang sisiwa dari awal (tingkatan pertama/dasar) sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan berupa ijazah.
Dari pengertian tersebut, dalam kurikulum terkandung dua hal pokok, yaitu:
1) Adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa
2) Tujuan utamanya adalah memperoleh ijazah
Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh John Franklin Bobbit dalam bukunya yang berjudul “The Curriculum” yang diterbitkan pada tahun 1918 (http://en.wikipedia.org/wiki/Curriculum). Menurut Bobbit, kurikulum merupakan suatu naskah panduan mengenai pengalaman yang harus didapatkan anak-anak agar menjadi orang dewasa yang seharusnya. Oleh karena itu kurikulum merupakan kondisi ideal dibandingkan kondisi real. Kurikulum diibaratkan sebagai “jalur pacu” atau “kendaraan” untuk mencapai tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan.
Kata kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Di Indonesia istilah “kurikulum” boleh di katakan baru menjadi populer sejak tahun 50-an, yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang diluar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah “rencana pelajaran”. Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya “Curriculum Development, Theory and Practice” mengartikan kurikulum sebagai “A plan for learning”, yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak.
Untuk mendapatkan rumusan tentang pengertian kurikulum seutuhnya, langkah baiknya jika kita mengetahui definisi kurikulum menurut para ahli. Di bawah ini adalah sejumlah definisi dari berbagai ahli kurikulum:
Nama ahli Tahun Keterangan
Hollis L. Caswell dan Doak S. Campbell 1935 …seluruh pengalaman yang dimiliki siswa dibawah bimbingan para guru
Robert M. Hutchins 1936 Kurikulum sebaiknya mencakup grammar (tata bahasa), kegiatan membaca, retorika dan logika serta matematika juga pada tingkat menengah mengenalkan buku-buku hebat mengenai dunia Barat.
Pickens E. Harris 1937 …pengembangan kurikulum nyatanya bergantung pada individu. Kurikulum juga berganda karena ada guru-guru dan siswa yang terpisah...Akan ada kurikulum bagi setiap anak.
Henry C. Morrison 1940 ….berisi petunjuk tanpa mengacu pada langkah instruksional atau media nya
Dorris Lee dan Murray Lee 1940 …berbagai pengalaman siswa yang difasilitasi sekolah dengan berbagai cara atau dipengaruhi sekolah
L.Thomas Hopkins 1941 Kurikulum [adalah rancangan yang dibuat] oleh orang-orang yang sangat peduli akan kegiatan hidup anak-anak ketika mereka berada di sekolah... sebuah kurikulum haruslah bersifat fleksibel terhadap hidup dan kehidupan. Kurikulum tidak dapat dibuat terlebih dahulu lalu diberikan pada murid dan guru untuk digunakan [Juga, itu]…mewakili pembelajaran yang dipilih, diterima, dan disertakan bagi tiap siswa untuk bertindak di, dalam dan sesuai dengan, urutan pengalaman.
H.H.Giles, S.P.McCuthen, dan A.N.Zecchiel 1942 …Kurikulum adalah...seluruh pengalaman yang diberikan sekolah dalam mendidik generasi muda
Harold Rugg 1947 [Kurikulum adalah] … arus aktifitas yang terpandu yang mendasari hidup para pemuda [pada buku-buku terdahulu, Rugg mengemukakan penolakan nya terhadap kurikulum tradisional sebagai sebuah”…kurikulum yang melampaui gambaran kebudayaan terdahulu dan mengabadikan bahasa yang punah serta teknik abstrak yang berguna bagi tak lebih dari sebagian masyarakat kita yang awam.”]
Ralph Tyler 1949 …pembelajaran terjadi melalui pengalaman yang dimiliki pelajar...”Pengalaman belajar”…[kurikulum mencakup]…seluruh pembelajaran siswa yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan kependidikan nya.
Edward A. Krug 1950 …seluruh pengalaman belajar dibawah arahan sekolah
B.Othanel Smith W.O. Stanley, dan J.Harlan Shores. 1950 …rangkaian pengalaman potensial...diatur di sekolah dengan tujuan untuk mendisiplinkan sekelompok anak-anak dan pemuda dalam tatacara berpikir dan bertindak.
Roland B.Faunce dan Nelson L.Bossing 1951 …Pengalaman belajar tersebut penting bagi seluruh pelajar karena itu datang dari (1)masyarakat kita, desakan pribadi, dan kebutuhan serta (2) kebutuhan sosial dan sipil kita sebagai bagian dari anggota masyarakat demokratis.
Authur E.Bestor 1953 Keadaan ekonomi, politik, dan spiritual sebuah negara demokratis…menuntut seluruh pria dan wanita agar menguasai sejumlah keterampilan kompleks yang didasari disiplin ilmu sains, sejarah, ekonomi, filsafat...yang telah menjadi, jargon para...ahli pendidikan,”subyek permasalahan bidang ilmu.” Tetapi sebuah disiplin ilmu tidak serta-merta setara dengan subyek permasalahan bidang ilmu. Salah satunya adalah cara berpikir, yang lainnya hanyalah pengumpulan fakta.
Harold Alberty 1953 Seluruh aktivitas yang disediakan untuk para siswa oleh sekolah. Sekolah membuat kurikulum nya.
George Beauchamp 1956 …rancangan kelompok sosial untuk pengalaman edukasional bagi anak-anak mereka di sekolah. [Dr.Beaucahamp mengemukakan penekanan dalam perkembangan dalam kelompok menjelang tahun 1950an].
Philip H.Phenix 1962 Kurikulum sebaiknya mencakup seluruh pengetahuan dari disiplin tertentu [sementara] pendidikan sebaiknya dipahami sebagai rekapitulasi yang terpandu dari proses keingintahuan yang menentukan keberhasilan bagian ilmu pengetahuan yang terorganisir serta terdiri dari disiplin-disiplin yang telah ditetapkan.
HildaTaba 1962 Sebuah kurikulum adalah sebuah rencana untuk pembelajaran; oleh karena itu, apa yang diketahui mengenai proses pembelajaran dan pengembangan individu berperan dalam pembentukan kurikulum.
John I. Goddiad 1963 Sebuah kurikulum mencakup seluruh pembelajaran ditujukan bagi siswa atau kelompok siswa
Harry S. Broudy , B. Othanel Smith, dan Joe R. Burnett 1964 …jenis pengajaran bukanlah, hanya kegiatan berbicara , bagian dari kurikulum [yang] sebagian besar mencakup berbagai macam isi yang terorganisir menjadi sekelompok petunjuk.
J. Galen Saylor dan William M. Alexander 1966 dan 1974 [kurikulum adalah]…seluruh kesempatan belajar yang diberikan oleh sekolah ... sebuah perencanaan yang menyajikan rangkaian kesempatan belajar untuk mencapai tujuan umum pendidikan dan tujuan khusus yang berkaitan dalam identifikasi populasi oleh sebuah institusi (sekolah).
The Plowden Report (British) 1967 Kurikulum , dalam pengertian sempit , [terdiri dari] subyek yang dipelajari...pada periode 1898 sampai 1944...
Mauritz Johnson, Jr. 1967 …kumpulan hasil pembelajaran berstruktur yang telah ditentukan.
WJ.Popham dan Eva L. Baker 1970 …seluruh hasil pembelajaran yang terencana atas tanggungjawab sekolah.
Daniel Tanner dan Laurel Tanner 1975 …pengalaman belajar yang terencana dan terpandu serta hasil belajar yang terarah, dirumuskan melalui rekonstruksi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang sistematik dibawah pertolongan sekolah, untuk keberlanjutan pelajar dan akan berkembang penuh pada kompetensi sosial pribadi.
Donald E. Orlosky dan B. Othanel Smith 1978 Kurikulum adalah bagian dari program sekolah. Kurikulum berisi apa yang diharapkan pada siswa dalam pembelajaran.
Peter F. Oliva 1982 Kurikulum adalah rencana atau program untuk semua pengalaman yang dihadapi siswa dibawah arahan sekolah.


Selain pengertian-pengertian diatas ada pengertian lain mengenai kurikulum, diantaranya:

1. J. Galeh Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menyebutkan bahwa kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah. Kurikulum juga meliputi apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler.
2. B. Othanel Smith, W.O. Stanly dan J. Harlan Shores (1950), memandang kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda, agar mereka dapat berfikir dan berbuat sesuai dengan masyarakat.
3. J. Lloyd dan Delmas F. Miller dalam buku Secondary School Imrovement (1973) mengemukakan bahwa dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi dan hal hal struktural mengenai waktu jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran.
4. Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (outcomes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
5. Menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar