Selasa, 01 November 2011

jurnal umum untuk perusahaan dagang

Ehm… daripada gada gawe aq coba inget-inget materi akuntansi jaman SMA, sypa tw ada yang baru belajar akuntansi butuh referensi tambahan mengenai akuntansi dalam perusahaan dagang hehe.. o’k selamat membaca semoga bermanfaat.
Transaksi di Perusahaan Dagang

Transaksi utama Pada perusahaan dagang adalah transaksi penjualan dan pembelian. sesuai dengan kegiatan utamanya yaitu transaksi pembelian dan transaksi penjualan. Dalam transaksi pembelian akan timbul ongkos angkut, pajak pertambahan nilai, potongan pembelian dan retur pembelian.
Demikian juga halnya yang akan terjadi pada transaksi penjualan. Pada pembahasan ini akan dibahas tiap-tiap transaksi yang terjadi di perusahaan dagang, yang meliputi:
1. Transaksi penjualan barang dagangan.
2. Transaksi pembelian barang dagangan.
3. Beban transportasi.
4. Potongan.
5. Retur.
Untuk memahami lebih lanjut berikut akan coba saya uraikan satu persatu:
1. Transaksi Penjualan Barang Dagang
Penjualan barang dagangan bisa dilaku kan secara tunai maupun secara kredit. Pada saat perusahaan menjual barang dagangannya, maka diperoleh pendapatan. Namun besarnya jumlah penjualan tidak sama dengan besarnya jumlah pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan. Hal tersebut terjadi karena harga jual barang tersebut masih mencakup harga pokok penjualan(HPP)dari barang tersebut.
Untuk perusahaan dagang, akun yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang disebut akun penjualaan. Jika penjualan barang dilakukan secara tunai maka transaksinya akan dibukukan sebagai berikut:




Dan Jika penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit, maka menimbulkan Piutang dagang yang biasanya dicatat dalam akun “ Piutang Dagang”. pada saat terjadi penjualan secara kredit, seringkali diikuti dengan syarat penjualan.
Setiap transaksi penjualan barang dagangan yang terjadi, harus memiliki bukti pendukung sebagai dokumen bisnis perusahaan. Cash register merupakan contoh bukti pendukung adanya transaksi penjualan secara tunai dan faktur penjualan merupakan salah satu contoh bukti pendukung transaksi penjualan secara kredit.
Syarat penjualan bisa berupa termin penjualan, misal yang menyatakan 2/ 10, n = 30. Termin ini memiliki makna bahwa jangka waktu pembayaran paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal transaksi, jika pembeli melakukan pembayaran maksimal 10 (sepuluh) hari setelah tanggal transaksi, penjual akan memberikan potongan penjualan sebesar 2% kepada pembeli.
Berikut contoh pencatatan transaksi penjualan secara kredit:


2. Transaksi pembelian barang dagangan
Seperti pada transaksi penjualan, pada transaksi pembelian barang daganganpun dapat dilakukan secara tunai dan secara kredit. Untuk mencatat pembelian secara tunai, jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut

Adapun Pembelian secara kredit akan menimbulkan utang yang akan dicatat dalam akun “Utang Dagang”. Berikut contoh jurnalnya.


3. Beban transportasi.
Akibat adanya beban transportasi maka muncullah akun “beban angkut pembelian”. Biasanya beban angkut pembelian dibayar secara tunai. Berikut jurnalnya:
Beban angkut penjualan…… Rp. 500.000
Kas ……………………………………………….Rp.500.000
4. Potongan
Meliputi:
a. Potongan penjualan
b. Potongan pembelian
5. Retur
Meliputi:
a. Retur pembelian
Pada waktu perusahaan membeli barang dagangan, kadang-kadang Barang yang sudah dibeli dikembalikan lagi ke penjual karena barang tidak sesuai dengan pesanan atau mutu barang dibawah standar maupun ada barang yang rusak, kejadian seperti ini disebut retur pembelian . pencatatan transaksi untuk peristiwa retur pembelian dibedakan menjadi dua yakni pencatatan retur untuk transaksi pembelian tunai dan pencatatan retur untuk transaksi pembelian secara kredit.
Untuk transaksi retur pada pembelian tunai jurnalnya sebagai berikut: (missal returnya senilai 1 juta)
Kas Rp 1000.000
Retur pembelian Rp 1000.000
Adapun Untuk transaksi retur pada pembelian kredit jurnalnya sebagai berikut: (missal returnya senilai 1 juta)
Utang dagang Rp.1000.000
Pembelian Rp.1000.000

b. Retur penjualan
Pada waktu menjual, kadang-kadang Barang yang sudah dijual dikembalikan oleh pembeli, kejadian seperti ini disebut retur penjualan.
Seperti halnya retur pembelian, pencatatan transaksi untuk peristiwa retur penjualan juga dibedakan menjadi dua yakni pencatatan retur untuk transaksi penjualan tunai dan pencatatan retur untuk transaksi penjualan secara kredit.
Contoh pencatatan Untuk transaksi retur pada penjualan tunai jurnalnya sebagai berikut: (missal returnya senilai 1 juta)
Penjualan Rp. 1000.000
Kas Rp.1000.000
berikut pencatatan Untuk transaksi retur pada penjualan kredit jurnalnya sebagai berikut: (missal returnya senilai 1 juta)
penjualan Rp.1000.000
piutang dagang Rp.1000.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar