Jumat, 22 Oktober 2010

proses manajemen

PROSES MANAJEMEN

Pengertian Manajemen
Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Peranan Manajemen
1. Orientasi pada tujuan
Dalam organisasi bisnis :
 Pengembalian investasi
 Sumbangan terhadap perbaikan ekonomi dan sosial
Dalam organisasi non-bisnis :
 Mencapai misi dengan biaya tertentu
2. Orientasi pada sumber daya manusia

Pengertian Proses Manajemen
suatu set dari pada fungsi-fungsi manajerial yang dibentuk oleh semua manajer tanpa memperhatikan setiap hal dalam setiap hieraki administratif atau tempat-tempat dimana mereka memberikan pelayanan.
Bagan Proses Manajemen
















Fungsi-fungsi dan Proses Manajemen
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. penempatan tenaga kerja dan manajemen sumber daya manusia
4. Kepemimpinan dan pengaruh hubungan antar manusia
5. Pengendalian

Inti Dari Perencanaan Manajerial
Perencanaan manajemen adalah proses yang mencakup tahap-tahap berikut:(1) menetukan tujuan dan sasaran perusahaan, (2) mengembangkan asumsi tentang lingkungan perusahaan, (3) membuat keputusan tentang kegiatan yang akan dilakukan, (4) melaksanakan untuk mengaktifkan rencana, (5)
Mengevaluasi umpan balik kinerja untuk perencanaan ulang.
Proses pengambilan Keputusan:

1. Mengenali masalah
2. Identifikasi alternatif-alternatif
3. Mengiidentifikasi penyebab ketidakpastian
4. Memilih kinerja
5. Mempertimbangkan preferensi terhadap risiko
6. Evaluasi alternatif
7. Memilih alternatif yang terbaik
8. Mengimplementasikan keputusan yang diambil



Beberapa Konsep Tentang Peranan Manajerial
Ada beberapa perbedaan konseptual tentang peranan manajemen dalam kegiatan bisnis dan non bisnis. Suatu telaah ringkas tentang posisi ekstrim perbedaan konseptual ini akan memperjelas masalah ini. Kutub ekstrim pertama Teori Pasar, sedangkan kutub yang berlawanan disebut Teori Perencanaan dan Pengendalian.
Teori Pasar:
1. Manajemen berada pada suatu lingkungan ekonomis, sosial dan kekuatan politik tertentu.
2. Sebagai akibat, manajemen biasanya berperan sebagai peramal – membaca kondisi lingkungan.
3. Jika kondisi lingkungan sudah terbaca, keputusan manajerial yang reaktif dibuat.
4. Oleh karena itu, kompetensi manajemen tergantung pada kemampuan untuk membaca kondisi lingkungan dan bereaksi dengan bijak.
Teori perencanaan dan pengendalian:
1. Masa depan perusahaan dapat dimanipulasi, sehingga dapat direncanakan dan dikendalikan oleh manajemen.
2. Manajemen yang baik dapat membuat rencana realistis untuk mencapai tujuan perusahaan.
3. Manajemen dapat memanipulasi variabel yang dapat dikendalikan dan merencanakan variabel yang tidak dapat dikendalikan
4. Oleh karena itu, mutu keputusan perencanaan manajerial ditentukan oleh kompetensi manajemen.
Konsistensi dengan pandangan konseptual tentang peranan manajemen ini, Fayol menulis bahwa kegiatan dari suatu kegiatan industri dapat dibagi menjadi 6 kategori: 1. Teknis, 2. Komersil, 3. Keuaangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi, 6. Kegiatan Manajerial.
Pada dasarnya, pengambilan keputusan manajerial akan diikuti dengan tugas-tugas (1) Memanipulasi variabel yang tidak dapat dikendalikan dengan relevan, dan (2) memenfaatkan variabel yang tidak dapat dikendalikan tetapi relevan, yang mungkin mempengaruhi kesuksesan operasi perusahaan dalam jangka panjang.
Ada dua jenis utama perencanaan manajemen yang dapat didentifikasi, yaitu:
1. Strategis, dimensi waktunya jangka panjang, karakteristiknya difokuskan pada tujuan perusahaan dan secara keseluruhan mempengaruhi seluruh fungsi manajemen, melibatkan konsekuensi yang menyeluruh dan jangka panjang.
2. Taktis atau operasional, sifatnya janga pendek, karakteristiknya merumuskan tujuan perusahaan untuk mengembangkan program, kebijakan,kinerja yang diharapkan; difokuskan pada tingkatan yang yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab; meyediakan ”informasi anggaran” untuk laporan prestasi kinerja.

Pengorganisasian
Cakupan kegiatan pengorganisasian:
1. Membagi unit perusahaan menjadi unit kerja yang dapat dikelola (misalnya divisi ata bagian)
2. Menugaskan atau mendelegasikan tanggung jawab manajemen
3. Mendefinisikan arah dari keputusan-keputusan
Karakteristik dari struktur Perancangan Organisasi:
1. Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan
2. Ada dua jenis fungsi staf:
a. Penasehat dan wewenang garis funsional terbatas pada bidang keahliannya.
b. Bidang keahlian khusus dan bidang pelayanan masyarakat
3. Ada empat jenis Divisi Operasi, tiga divisi berdasarkan produk dan satu divisi berdasarkan area geografis.
4. Setiap divisi memiliki staf teknis dengan spesialisasi tersendiri
5. Pengendalian mutu pada divisi peralatan rumah tangga adalah suatu fungsi staf yang bertnggung jawab kepada General manager dari divisi tersebut. Fungsi staf pengendalian mutu bertanggung jawab terhadap mutu pada pabrik tang bersangkutan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi struktur Organisasi:
1. Faktor internal
a. Pandangan konseptual yang dipakai pembuatan keputusan secara sentralitas versus pembuatan keputusan secara desentralisasi yang bersifat mendelegasikan lebih banyak wewenang ke tingkat yang lebih rendah
b. Rentang kendali, yaitu banyaknya jumlah karyawan yang melapor ke seorang penyelia
c. Keragaman produk dan jenis operasi
d. Ukuran atau besarnya organisasi
e. Karakteristik dari karyawannya

2. Faktor eksternal
a. Teknologi
b. Karakteristik pasar
c. Ketergantungan terhadap lingkungan

Inti Pengendalian Manajerial
Jenis pengendalian:
1. pengendalian awal
2. penendalian berjalan (biasanya dalam bentuk laporan kinerja berkala)
3. pengendalian umpan balik


Proses pengendalian
Biasanya terdiri dari beberapa tahap:
1. membandingkan kinerja aktual untuk periode yang bersangkutan dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. menyiapkan laporan kinerja yang berisi hasil aktual, hasil yang direncanakan dan selisih dari kedua angka tersebut.
3. menganalisis penyimpangan antara hasil aktual dengan hasil yang direncanakan dan mencari sebab-sebab dari penyimpangan tersebut.
4. mencari dan mengembangkan tindakan alternatif untuk mengatasi masalah dan belajar dari pengalaman pihak lain yang telah sukses disuatu bidang tertentu.
5. memilih dari kumpulan alternatif yang ada dan menerapkan tindakan tersebut.
6. tindak lanjut atas pengendalian untuk menilai efektivitas dari tindakan koreksi yang ditetapkan. Selanjutnya dengan umpan maju untuk memebuat perencanaan periode berikutnya.

Beberapa Aspek Perilaku Dalam Proses Manajemen
1. Perencanaan (sasaran, kebijakan dan standar)
 Partisipasi versus non-partisipasi
 Proses perencanaan
 Komunikasi rencana
 Penggunaan rencana dan standar
2. Pengorganisasian
 Rancangan organisasi
 Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab
 Spesifikasi pekerjaan
 Konflik antara fungsi lini dan staf
 Proses untuk mempekerjakan karyawan
3. Penempatan tenaga kerja
 Gaji / insentif
 Evaluasi kinerja
 Pengayaan kerja (job enrichment / kesempatan berkarir
 Harapan masa depan karyawan
4. Kepemimpinan
 Gaya kepemimpinan
 Sikap terhadap karyawan / pekerja
5. Pengendalian (termasuk evaluasi kinerja)

 Cara menetapkan sasaran dan standar kinerja
 Perangkat sasaran dan standar
 Cara / metode pengukuran kinerja
 Tindakan koreksi
 Imbalan dan hukuman
 Kegiatan tindak lanjut, dll
 Sikap manajer terhadap resiko
 Evaluasi berdasarkan kinerja yang dapat dikendalikan
 Mencapai kesamaan tujuan (goal congruence)
 Provisi untuk insentif


Aliran Pemikiran Tentang Manajemen Perilaku
1. Klasik/clasikal (Akhir 1800-an)
Pendukungnya : Taylor dan Fayol
Prinsip Utama :
• Menekankan pada efisiensi teknik
• Pekerja diperlakukan sebagai faktor konstan
• Wewenang dari atas ke bawah, tidak ada partisipasi
2. Perilaku/Behavioral (1920an – 1950an)
Pendukungnya : Mayo, oethlisberger, McGregor, Argyris
Prinsip Utama :
• Mengakui Kebutuhan, kematian dan keinginan para pekerja
• Menganalisa perilaku pekerja ditempat kerja
• Lebih memotivasi pekerja dengan menciptakan kondisi kerja yang lebih baik.
3. Ketergantungan/situasional (1950an – sekarang)
Pendukungnya : Banyak Pendukung
Prinsip Utama :
• Ada partisipasi dan wewenang yang cukup wajar
• Sintesa dari inti pemikiran aliran klasik dan aliran perilaku
• Pengakuan atas meningkatnya kompleksitas proses pengambilan keputusan oleh manajer
• Pengakuan adanya konjensi atau pandangan situasional
• Partisipasi dan garis kewenangan, perbedaan
4. Keagenan/Agency (1975 – sekarang)
Pendukungnya : Jensen, Meckling, Ross, Holm-stom
Prinsip Utama :
• Suatu pandangan dari para ekonom tentang suatu organisasi
• Organisasi dipandang sebagai kontak yang menghubungkan antara pemilik, manajer, pekerja, pemasok, dan pihak lainnya
• Semua pihak diasumsikan betindak rasional untuk memaksimumkan masing-masing tujuan mereka
• Individu yang berbeda mempunyai kumpulan informasi yang berbeda
Program-program Manajemen Perilaku
Manajemen perilaku adalah teknik untuk memacu produktivitas yang ditujukan untuk memberikan motivasi positif dengan menggunakan imbalan dan hukuman dan didasarkan pada :
1. Perilaku yang mengarah ke konsekuensi positif cenderung akan diulang oleh para individu, sedangkan perilaku yang mengarah ke konsekuensi negative cenderung tidak akan diulangi.
2. Dengan memberikan dan menyediakan imbalan yang tepat, seseorang dapat mengubah perilaku orang lain.
Mengelola Perilaku dengan Insentif Ekonomi
Pandangan ekonom terhadap manajemen perilaku menekankan pada kontrak antara organisasi dan pekerja. Kontrak ini berisi upah, gaji, atau bonus dan juga berisi karakteristik yang tersirat seperti promosi atau pengakuan kerja. Tujuannya adalah untuk memperinci kontrak antara perusahaan dengan pekerja supaya pekerja mengerahkan segala upayanya untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan pada saat yang sama, risiko yang dihadapi perusahaan ditanggung bersama oleh seluruh tenaga kerja.








Tahap-tahap dalam program manajemen perilaku

Langkah 1




Langkah 2




Langkah 3




Langkah 4





Tidak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar