Rabu, 04 Agustus 2010

paten dan goodwill

PATEN DAN GOODWILL


2.1 Paten
1. Definisi
Paten adalah suatu hak yang diberikan kepada pihak yang menemukan sesuatu hal baru untuk membuat, menjual atau mengawasi penemuannya selama jangka waktu tertentu.
Menurut undang-undang nomor 14 tahun 2001 tentang Paten, Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 1).
Kalau paten tersebut tidak dapat diperpanjang, maka penemuan tadi akan diperbarui atau diubah sehingga bisa diperoleh paten baru.
2. Mekanisme Perhitungan
Paten mungkin digunakan sendiri oleh penemunya atau diserahkan kepada pihak lain dengan perjanjian-perjanjian tertentu. Yang termasuk harga perolehan paten, jika paten itu diperoleh karena pengembangan, adalah biaya-biaya pendaftaran, biaya pembuatan model dan gambar-gambar, dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membuat percobaan-percobaan dan pengembangan. Paten yang dibeli dari pihak lain akan dicatat sebesar harga perolehannya yang terdiri dari harga beli dan semua biaya yang dikeluarkan sampai paten itu siap dikeluarkan.
Apabila terjadi pelanggaran terhadap hak paten, maka biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjaga hak ini akan dikapitalisir. Paten akan diamortisir selama umur kegunaannya. Umur paten bisa juga dihitung atas dasar unit produk yang akan dibuat.
Contoh, pada 1 Januari 2011, PT. SUKA-SUKA GUE memperoleh hak paten senilai Rp 40.000.000,00. Masa pakai hak paten ini adalah 8 tahun. Entri-entri jurnal untuk mencatat hak paten dan amortisasi hak paten untuk tahun pertama adalah :

Jurnal untuk 1 januari 2011,
Hak Paten Rp 40.000.000,00
Kas Rp 40.000.000,00
(untuk mencatat biaya perolehan hak paten)

Jurnal untuk 31 Desember 2011,
Beban amortisasi(hak paten) Rp 5.000.000,00
Hak paten Rp 5.000.000,00
(untuk mencatat amortisasi hak paten dengan metode garis lurus selama 8 tahun)






Amortisasi paten akan dikelompokkan dalam biaya produksi jika paten tersebut digunakan dalam proses produksi, tapi jika paten tersebut digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan penjualan maka amortisasi paten akan dibebankan sebagai biaya penjualan.

2.2 Goodwill (Muhibah)
1. Definisi
Goodwill (muhibah) adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu usaha seperti letak perusahaan yang baik, nama yang terkenal, pimpinan yang ahli dan lain-lain. Dari tinjauan akuntansi, goodwill (muhibah) adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba di atas keadaan normal yang diakibatkan oleh adanya factor-faktor di atas. Laba di atas keadaan normal adalah suatu tingkat pendapatan dari investasi yang melebihi jumlah yang akan dapat menarik investor dalam bidang usaha tersebut.
Goodwill (muhibah) yang dihasilkan secara internal tidak boleh diakui. Goodwill internal adalah pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan manfaat ekonomis di masa dating, tetapi pengeluaran tersebut bukan merupakan suatu sumber daya teridentifikasi yang dikendalikan oleh perusahaan dan bisa diukur secara andal menurut biya perolehannya.
2. Mekanisme Perhitungan
Dalam pembelian suatu perusahaan, pendapatan-pendapatan di masa lalu dipakai sebagai dasar untuk menaksir pendapatan-pendapatan yang akan datang. Jadi, taksiran laba yang akan datang ini yang akan dibeli dan dipakai untuk menentukan besarnya goodwill yang akan dibayar. Sebelum menghitung goodwill, harus ditentukan terlebih dahulu nilai aktiva yang ada (selain goodwill). Dasar yang dipakai biasanya adalah harga pasar atau jumlah yang dapat direalisasi dari aktiva tersebut. Perbedaan antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva merupakan jumlah goodwill. Besarnya jumlah goodwill tergantung pada perundingan harga, tetapi pembeli bisa memakai beberapa metode untuk menghitung besarnya goodwill.
Contoh soal:
Laba bersih (tidak termasuk elemen-elemen luar biasa):
2002 Rp 5.000.000,00
2003 Rp 4.500.000,00
2004 Rp 4.500.000,00
2005 Rp 6.000.000,00
2006 Rp 5.50.000,00
Jumlah Rp 25.500.000,00
Penghasilan bersih rata-rata per tahun Rp 25.500.000,00 : 5 = Rp 5.100.000,00.
Penghasilan tiap tahun yang akan datang ditaksir sebesar = Rp 5.000.000,00.
Pada tanggal 1 Januari 2011, aktiva (tanpa goodwillI dnilai sebesar Rp 45.000.000,00, utang sebesar Rp 5.000.000,00.
Hitunglah besarnya goodwill!
a) Metode kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata
Dalam cara ini jumlah yang akan dibayarkan untuk perusahaan yang dibeli dihitung dengan mengkapitalisasikan taksiran penghasilan yang akan datang dengan tariff. Tariff ini menunjukkan hasil yang diharapkan dari investasi tersebut. Selisih jumlah yang akan dibayarkan dengan nilai bersih aktiva adalah jumlah yang akan dicatat sebagai goodwill.
Misalnya : Hasil dari investasi diharapkan sebesar 10%
Maka jumlah yang akan dibayar dihitung sebagai berikut :






b) Metode kapitalisasi kelebihan penghasilan rata-rata
Di dalam cara ini perhitungan goodwill didasarkan pada penghasilan bersih rata-rata dan nilai aktiva tetap yang akan dibeli.
Misalnya : hasil yang diharapkan dari investasi tersebut sebesar 10 % dan kelebihan penghasilan akan dikapitalisir dengan tarif 20%.
Maka mekanisme perhitungannya sebagai berikut:

Hasil yang normal (10% x Rp 40.000.000) = Rp 4.000.000,00
Taksiran penghasilan/tahun yang akan datang = Rp 5.000.000,00
Kelebihan penghasilan/tahun Rp 1.000.000,00








Kadang-kadang pembayaran terhadap kelebihan penghasilan dinyatakan dalam bentuk waktu. Jadi kapitalisasi kelebihan penghasilan dengan tariff 20% adalah sama dengan pembayaran kelebihan selama 5 tahun (100% : 20% = 5).

c) Kemungkinan perlakuan terhadap goodwill
1) Perusahaan dibeli tanpa perhitungan goodwill tersendiri
Apabila perusahaan yang dibeli tanpa perhitungan goodwill tersendiri, maka aktiva yang dibeli harus dinilai dan selisih dengan jumlah yang dibayarkan dicatat sebagai goodwill.
2) Perusahaan ditukar dengan saham
Apabila perusahaan ditukar dengan saham, maka jika ada selisih antara nilai nominal saham dengan nilai aktiva (termasuk goodwill) dicatat sebagai agio/disagio saham.
Misalnya :
Nilai aktiva Rp 40.000.000,00
Goodwill (muhibah) Rp 5.000.000,00
Ditukar dengan 40.000 lembar saham, nominal Rp 1.000,00/lembar.
Maka jurnal yang dibuat oleh perusahaan yang mengeluarkan saham untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut :

Aktiva Rp 40.000.000,00
Goodwil Rp 5.000.000,00
Modal saham Rp 40.000.000,00
Agio saham Rp 5.000.000,00


3) Jika Goodwill memiliki umur terbatas dan tidak terbatas
Goodwill yang umurnya diperkirakan tidak terbatas akan dicatat dengan dasar harga perolehannya. Tapi, apabila keadaan menunjukkan bahwa kelebihan-kelebihan yang dimiliki perusahaan sudah berkurang dan kelebihan-kelebihan ini tadinya dicatat sebagai goodwill, maka diadakan penyesuaian terhadap goodwill. Pengurangan ini akan dibebankan sebagai elemen-elemen luar biasa. Kadang-kadang pengurangan ini akan dibebankan sebagai biaya apabila dianggap ada hubungannya dengan pendapatan periode tersebut. Jika goodwill umurnya terbatas maka dilakukan amortisasi setiap periode.

2.3 RANGKUMAN

Paten adalah suatu hak yang diberikan kepada pihak yang menemukan sesuatu hal baru untuk membuat, menjual atau mengawasi penemuannya selama jangka waktu tertentu.
Amortisasi paten dicatat dengan jurnal sebagai berikut :
Amortisasi paten Rp xxx
Paten (atau akumulasi amortiasi paten) Rp xxx

Goodwill (muhibah) adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba di atas keadaan normal yang diakibatkan oleh adanya factor-faktor di atas.

Mekanisme perhitungan goodwill :
Sebelum menghitung goodwill, harus ditentukan terlebih dahulu nilai aktiva yang ada (selain goodwill). Dasar yang dipakai biasanya adalah harga pasar atau jumlah yang

dapat direalisasi dari aktiva tersebut. Perbedaan antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva merupakan jumlah goodwill.
Metode perhitungan goodwill terdiri dari metode kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata dan metode kapitalisasi kelebihan penghasilan rata-rata.
Beberapa kemungkinan perlakuan terhadap goodwill :
• Perusahaan dibeli tanpa perhitungan goodwill tersendiri
• Perusahaan ditukar dengan saham
• Jika Goodwill memiliki umur terbatas dan tidak terbatas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar